Monday, July 31, 2006

Disebut Provokator, Puluhan Wartawan Demo Bupati Poso

Poso - Puluhan wartawan di Poso, Sulawesi Tengah, mendemo Bupati Poso Piet Inkiriwang. Para jurnalis menuntut bupati meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut wartawan sebagai provokator.

Aksi digelar di depan Kantor Bupati Poso, Jl. Pulau Buru, Poso Kota, sejak pukul 09.00 Wita, Rabu (7/12/2005). Dalam aksi yang berlangsung selama satu jam itu, para wartawan mengancam akan memboikot berita-berita terkait Pemerintah Kota Poso jika bupati tidak meminta maaf.

Namun sayang, Bupati Poso tidak bersedia menemui wartawan. Yang muncul ke hadapan massa adalah Wakil Bupati Poso Abdul Tholib Rimi. Ia pun hanya bisa berjanji akan menyampaikan tuntutan wartawan kepada bupati.

Pernyataan bupati yang menyebut wartawan sebagai provokator disampaikan dalam acara pertemuan dengan pemuda Poso di Aula Pogombo, Rumah Jabatan Bupati Poso, di Poso Kota, pada 1 Desember lalu.

Sebelumnya Bupati Poso juga pernah membuat pernyataan yang kontroversial. Ia menyebut aksi-aksi kekerasan di Poso hanya hal biasa dan dibesar-besarkan oleh media massa.***

3 comments:

Anonymous said...

Hello. And all nice words. great site great yes it is.
[url=http://free-porn-free-sex-free-xxx-videos.org]free sex[/url]
free sex
http://free-porn-free-sex-free-xxx-videos.org

Term Papers said...

I'm actually glad to see all this stuff, to see that this world offers creativity and ideas other than what my lonesome small town provides.

Research Papers said...

Thank you for the creative ideas.

Blog Info

BLOG ini berisi sejumlah catatan jurnalistik saya yang sempat terdokumentasikan. Isi blog ini dapat dikutip sebagian atau seluruhnya, sepanjang menyebutkan sumbernya, karena itu salah satu cara menghargai karya orang lain. Selamat membaca.

Dedication Quote

ORANG yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca, karena itu sumber hikmah. Menyediakan waktu tertawa karena itu musiknya jiwa. Menyediakan waktu untuk berfikir karena itu pokok kemajuan. Menyediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan. Menyediakan waktu untuk bersenda gurau karena itu akan membuat awet muda.Menyediakan waktu beribadah karena itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa. [Anonim]