Saturday, September 09, 2006

Bom Kembali Guncang Poso, Satu Tewas

Poso - Warga Kota Poso, Sulawesi Tengah kembali dikejutkan sebuah ledakan bom pada Sabtu (9/9) sekitar pukul 20:25 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Bom yang meledak di Jalan Tabatoki, Kelurahan Kawua, Poso Kota tersebut mengakibatkan Nella (20) tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah Poso. Bom tersebut meledak di depan rumah kediamannya..

Bom tersebut adalah bom low explossive dan serupa dengan bom-bom yang meledak sebelumnya. Termasuk bom yang menewaskan John Tobeli (50) Rabu (6/9) lalu di Tangkura, Poso Pesisir Utara. Bom tersebut meledak sekitar 100 meter dari Kompi Bantuan Yonif 714 Sintuvu Maroso.

Dari kesaksian Jamal, keluarga korban, semula Nella berjalan-jalan di Depan rumahnya. Lalu ia melihat sebuah benda berupa lampu senter. Ia pun menyentuhnya, ternyata benda yang dikiranya senter itu adalah bom yang kemudian meledak di tangannya. Akibatnya lengan kanan staf Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Poso itu putus dan dadanya terkoyak.

“Pertama senter itu sudah dipegang oleh Opa Saya. Lalu ditaruhnya kembali. Saya tidak tahu ternyata kemudian Nella ambil. Saat dia nyalakan senter itu meledak. Ternyata itu bom,” tutur Jamal.

Kepala Kepolisian Resor Poso AKBP Rudi Sufahriadi mengatakan bahwa tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah saat ini sudah melakukan penyisiran untuk mengumpulkan serpihan-serpihan bom. Police line pun dipasang untuk mengamankan tempat kejadian perkara.

Namun situasi keamanan dapat dikendalikan oleh aparat keamanan setempat. Jalur keluar masuk Kota Poso, Sulawesi Tengah diperketat pengawasannya. Lalu lintas kendaraan penumpang dan barang diperiksa dengan ketat.***

0 comments:

Blog Info

BLOG ini berisi sejumlah catatan jurnalistik saya yang sempat terdokumentasikan. Isi blog ini dapat dikutip sebagian atau seluruhnya, sepanjang menyebutkan sumbernya, karena itu salah satu cara menghargai karya orang lain. Selamat membaca.

Dedication Quote

ORANG yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca, karena itu sumber hikmah. Menyediakan waktu tertawa karena itu musiknya jiwa. Menyediakan waktu untuk berfikir karena itu pokok kemajuan. Menyediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan. Menyediakan waktu untuk bersenda gurau karena itu akan membuat awet muda.Menyediakan waktu beribadah karena itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa. [Anonim]