Friday, November 03, 2006

Kantor Gubernur Sulteng Diteror Bom

Palu – Aksi teror bom kembali marak di Palu, Sulawesi Tengah. Jumat pagi (3/11) ini, giliran Kantor Gubernur Sulawesi Tengah di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur yang mendapat teror bom. Tak ayal teror ini membuat panik para Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di kantor pemerintah ini. Benda yang diduga bom itu diletakan dalam sebuah kotak plastik di depan pintu keluar kantor ini.

Benda ini pertama kali dilihat oleh seorang Bintara Polisi yang kebetulan lewat di belakang Kantor Gubernur. Ia kemudian melaporkan melihat sebuah benda yang mencurigakan di dekat pintu keluar kantor pemerintah ini.

Tidak berapa lama, tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Sulteng tiba dan segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Setelah melakukan foto X-Ray diketahui benda tersebut terdiri dari rangkaian kabel, baterei kering yang diletakan dalam wadah plastik.

Untuk memastikan keamanannya, tim Jihandak pun melakukan disposal (peledakan-red) pada benda yang diduga bom tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Kota Palu AKBP Atrial menyatakan bahwa rangkaian bom tersebut tidak lengkap karena tidak ada bahan peledaknya. Pelaku dipastikan hanya ingin menebar teror. Ini diduga terkait dengan kunjungan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah ke Palu dan Poso.

“Setelah didisposal tadi diketahui, bahwa benda yang semula diduga bom aktif itu hanya terdiri dari rangkaian kabel, baterei kering di dalam wadah plastik. Sementara bahan peledaknya nihil,” kata Atrial.

Setelah dinyatakan aman, para Pegawai kembali dipersilahkan untuk bekerja seperti biasanya.***

0 comments:

Blog Info

BLOG ini berisi sejumlah catatan jurnalistik saya yang sempat terdokumentasikan. Isi blog ini dapat dikutip sebagian atau seluruhnya, sepanjang menyebutkan sumbernya, karena itu salah satu cara menghargai karya orang lain. Selamat membaca.

Dedication Quote

ORANG yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca, karena itu sumber hikmah. Menyediakan waktu tertawa karena itu musiknya jiwa. Menyediakan waktu untuk berfikir karena itu pokok kemajuan. Menyediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan. Menyediakan waktu untuk bersenda gurau karena itu akan membuat awet muda.Menyediakan waktu beribadah karena itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa. [Anonim]