Wednesday, October 18, 2006

Jenasah Pendeta Irrianto Dimakamkan

Polisi Tahan Seorang Warga

Palu - Jenasah Pendeta Gereja Kristen Sulawesi Tengah Irianto Kongkoli yang tewas ditembak oleh orang tak dikenal, Senin (16/10) lalu, akhirnya dimakamkan Rabu (18/10) petang kemarin di Pemakaman Umum Kristen di Kelurahan Talise, Palu Timur, Sulawesi Tengah. Ribuan pelayat dari pihak kerabat korban dan masyarakat umum mengantar kepergian pendeta yang rendah hati itu ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Pelayat datang dari berbagai daerah di luar Sulawesi Tengah. Karangan bunga yang dikirimkan berasal dari Jakarta, Surabaya, Banten dan sejumlah daerah lainnya. Jumlahnya lebih dari 400 karangan bunga. Begitu pun faximile tak kurang dari 300 dikirimkan dari seluruh penjuru Indonesia untuk menyatakan belasungkawa atas kepergian Pendeta Irianto.

Gubernur HB Paliudju dan Wakil Gubernur Sulteng Achmad Yahya bahkan turut sejak prosesi ibadah pelepasan jenazah hingga jenazah masuk ke liang lahat.

Istri Korban Ajun Inspektur Polisi Rita Kupa dan tiga anaknya Gemala Githa Faria (18), Geraldi Dwi Risandi (16), Galatea Folika Kristata terlihat tabah mengantar kepergian ayah mereka. Meski kedukaan mendalam begitu tampak di wajahnya. Bahkan istri korban menyerukan kepada keluarga untuk tidak mengeluarkan isakan tangis di atas kuburan Pendeta Irianto.

“Bapak selalu melarang kami menangis keras-keras di depan jenazah, sebab dia bilang mereka pergi ke dalam damai. Jadi biarkan mereka pergi dengan tenang,” ungkap Rita mengulang pesan suaminya.

Karenanya, pemakaman Pendeta penganjur damai di Poso ini berlangsung tanpa air mata. Hanya do’a yang mengalir dari ribuan pelayat yang terdengar.

“Selamat jalan Pendeta yang murah senyum. Selamat jalan sahabat yang baik hati. Selamat jalan guru yang telaten,” demikian kata-kata penghormatan terakhir dari sahabatnya sesama pendeta, mahasiswa dan jemaatnya yang begitu terkesan atas pribadi Pendeta Irianto.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng Muhammad Kilat menyatakan bahwa saat ini Kepolisian telah memeriksa 10 orang saksi dan menahan seorang warga yang diduga mengetahui keberadaan pelaku.

“Namun kami belum dapat menetapkan statusnya sebagai tersangka. Yang bersangkutan tengah diperiksa intensif oleh penyidik,” kata Kilat.***

1 comments:

Term Papers said...

Research Papers:That work and research has been based before on many admission essays as they enabled to get just the proper info.

Blog Info

BLOG ini berisi sejumlah catatan jurnalistik saya yang sempat terdokumentasikan. Isi blog ini dapat dikutip sebagian atau seluruhnya, sepanjang menyebutkan sumbernya, karena itu salah satu cara menghargai karya orang lain. Selamat membaca.

Dedication Quote

ORANG yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca, karena itu sumber hikmah. Menyediakan waktu tertawa karena itu musiknya jiwa. Menyediakan waktu untuk berfikir karena itu pokok kemajuan. Menyediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan. Menyediakan waktu untuk bersenda gurau karena itu akan membuat awet muda.Menyediakan waktu beribadah karena itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa. [Anonim]