Sunday, October 29, 2006

Setahun Mutilasi 3 Siswi SMU Kristen Poso Diperingati

Keluarga Minta Polisi Bekuk Pelaku Buron

POSO- Setahun peristiwa mutilasi terhadap tiga siswi SMK Kristen Poso Alfita Polowiwi, Theresia Morangke, dan Yarni Sambue, Minggu (29/10) kemarin diperingati dikampung halaman mereka, di Kel. Bukit Bambu (Buyumboyo, red) Kec. Poso Kota. Nampak hadir dalam peringatan tersebut seluruh keluarga dari ketiga korban dan masyarakat Bukit bambu.

Peringatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 pagi witeng itu, dimulai dengan acara ibadah di gereja jema'at Zaitun Bukit Bambu yang dipimpin oleh Pdt. Rista Patigu. Sementara puncak acara peringatan setahun tragedi sadis yang menewaskan tiga perempuan AGB itu, dilaksanakan pada pukul. 15. 30 witeng dengan acara tabur bunga di kedua makam korban Alfita dan Theresia di pekuburan umum Bukit Bambu.

Menurut tokoh agama setempat YS. Lagimbana, walaupun satu diantara tiga korban yakni Yarni Sambuye dimakamkam di Tentena, namun oleh keluarga sepakat, puncak acara dilaksanakan di kampung halaman mereka. "semua keluarga dan jemaat Zaitun sepakat, peringatan di pusatkan di tempat tinggal korban sebelumnya (Kel. Bukit Bambu)," kata Lagimbana.

Selesai acara tabur bunga, salah satu korban selamat pada peristiwa mutilasi Noviana Malewa (17) kepada wartawan mengatakan harapannya, agar aparat kepolisian segera menangani dengan tuntas kasus ini. Ia juga meminta polisi untuk segera menagkap empat pelaku lainnya yang masih buron.

"Arwah ketiga teman saya tidak akan tenang sebelum semua pelaku ditangkap dan diadili sesuai perbuatannya," kata Novi, dengan meneteskan air mata.

Senada dengan Novi, Harinus Morangke (ayah Theresia Morangke) dan Nice Linkeka (ibu Alfita Poliwo) juga berharap, agar kempat orang tersangka yang masih buron, segera di bekuk. "Kami minta, empat dari tujuh tersangka pembunuh anak kami segera di bekuk", papar Harinus. "kami tidak dendam. Tapi kami minta polisi segera menagkap pelaku yang masih buron. Karena kami yakin, setelah mereka ditangkap dan di hukum Poso akan benar-benar aman,"ujar ornag tua Alfita, Nice Linkeka penuh harap.

Tiga siswi SMU Kristen itu dibunuh kelompok Hasanuddin pada 29 Oktober 2006. Kepala ketiganya dipotong dan dibuang di tempat terpisah. Saat ini Hasanuddin telah ditangkap dan ditahan di Mabes Polri bersama dua orang anggota kelompoknya.***

0 comments:

Blog Info

BLOG ini berisi sejumlah catatan jurnalistik saya yang sempat terdokumentasikan. Isi blog ini dapat dikutip sebagian atau seluruhnya, sepanjang menyebutkan sumbernya, karena itu salah satu cara menghargai karya orang lain. Selamat membaca.

Dedication Quote

ORANG yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca, karena itu sumber hikmah. Menyediakan waktu tertawa karena itu musiknya jiwa. Menyediakan waktu untuk berfikir karena itu pokok kemajuan. Menyediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan. Menyediakan waktu untuk bersenda gurau karena itu akan membuat awet muda.Menyediakan waktu beribadah karena itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa. [Anonim]