Monday, April 16, 2007

Pasca Ledakan Bom, UN di Poso dijaga Ketat Polisi

Poso - Pelaksanaan Ujian Nasional, Selasa (17/4) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah mendapat pengamanan ekstra dari polisi. Menyusul ledakan bom yang terjadi di Kasiguncu dan Mapane, Poso Pesisir tiga hari lalu.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan saat pelaksanaan ujian, ratusan personil dari polres poso terlihat berjaga-jaga di tiap sekolah yang tengah melaksanakan ujian akhir. Tiap sekolah dijaga sebanyak enam personil polri. Pengamanan bukan hanya difokuskan di Poso Kota tapi juga beberapa kecamatan di Kabupten Poso.

Sebanyak dua ribu siswa siswi SMU se-Kabupaten Poso mengikuti Ujian Nasional. Meski secara umum aman namun pelaksanaan ujian nasional sempat terganggu dengan adanya kekurangan lembar soal dan jawaban untuk peserta ujian. Di SMU Negeri 3 misalnya, puluhan siswa terpaksa menggunakan soal dan lembar jawaband ari hasil copyan.

Menurut Kepala Sekolah SMU Negeri 3 Poso Dra Ratna, kekurangan soal dan lembaran jawaban untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia ini bukan karena bocor atau hilang melainkan jumlah soal dan lembaran jawaban yang dikirim dari pusat kurang. Kekurangan lembar soal dan jawaban ini dialami hampir seluruh SMU di Poso.

“Kita menjamin tidak ada kebocoran soal dan lembar jawaban yang jatuh ke tangan siswa sebelum pelaksanaan ujian dimulai, karena untuk menggandakan soal dan lembar jawaban ini dijaga ketat oleh polisi,” kata Ratna.

Berbeda dengan di Poso, di Palu, Sulawesi Tengah hari pertama Ujian Nasional berjalan dengan lancar. Tidak tampak pengamanan yang mencolok. Sebanyak 1.761 peserta ujian nasional ini di kota palu ini di laksanakan di sebelas sekolah di Kota Palu.***

1 comments:

[achabLankbLog] said...

Poso...kapan dikau aman...???

Blog Info

BLOG ini berisi sejumlah catatan jurnalistik saya yang sempat terdokumentasikan. Isi blog ini dapat dikutip sebagian atau seluruhnya, sepanjang menyebutkan sumbernya, karena itu salah satu cara menghargai karya orang lain. Selamat membaca.

Dedication Quote

ORANG yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca, karena itu sumber hikmah. Menyediakan waktu tertawa karena itu musiknya jiwa. Menyediakan waktu untuk berfikir karena itu pokok kemajuan. Menyediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan. Menyediakan waktu untuk bersenda gurau karena itu akan membuat awet muda.Menyediakan waktu beribadah karena itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa. [Anonim]